SAKIT PERUT (GASTRO OESOPHAGEAL REFLUX)

Sakit perut didefinisikan sebagai rasa sakit dan ketidaknyamanan yang terjadi pada perut. Istilah lain yang digunakan untuk menggambarkan sakit perut antara lain nyeri abdormen,nyeri perut,sakit usus dan sebagainya.
Mulas atau melilit atau sering dianggap dan disebut sakit perut. Mulas umumnya terjadi karena ukuran perut membesar dari dalam perut. Mulas juga adalah rangsangan untuk segera buang air besar, buang air kecil, bersendawa, atau buang angin. Biasanya ini adalah salah satu tanda keluhan pencernaan manusia misalnya maag, masuk angin, mual disertai muntah, konstipasi, diare, atau keluhan pencernaan lainnya. Mulas juga merupakan salah satu gejala menstruasi atau pula kehamilan pada wanita. Sakit pada perut juga bisa menjadi gejala awal kanker seperti kanker pankreas atau kanker usus. Penyebabnya juga karena makan terlalu banyak atau terlalu cepat dan stress.

Setiap orang pasti pernah mengalami sakit perut dari waktu ke waktu. Sakit perut bisa ringan atau berat, mungkin bisa terjadi terus menerus atau hilang timbul seperti melilit (kram perut). Nyeri perut dapat baru saja terjadi (akut) atau terjadi selama beberapa minggu dan bulan (kronis).
Sakit perut memiliki banyak penyebab. Banyak penyebab yang tidak serius, seperti nyeri otot atau karena pergerakan gas dalam saluran cerna.

Tanda dan Gejala
Tanda atau gejala mulas pada setiap orang tidak terlalu jauh berbeda dan bahkan hampir sama. Tetapi tanda atau gejala umum dari rasa mulas adalah :
  • Sulit berkonsentrasi dikarenakan menahan rasa mulas di perut.
  • Tubuh tidak nyaman karena perut terasa tertekan dan berat.
  • Biasanya secara refleks, penderita harus sedikit membungkuk dan memegang perut untuk meredakan rasa mulasnya.
  • Perut terasa seperti ditekan atau ditusuk sesuatu.
  • Terkadang disertai dengan tanda perut begah dan/atau perut kembung.
Bahkan kadang-kadang rasa mulas dapat merambat ke bagian dada (umumnya karena rangsangan untuk bersendawa atau karena maag), meskipun tidak selalu terjadi. Rasa mulas kadang-kadang juga dapat menjadi lebih menyakitkan jika dibiarkan saja terus-menerus.

Pengobatan
Rasa mulas pada perut dapat dihilangkan atau dikurangi dengan mengonsumsi obat-obatan herbal, jamu-jamuan tertentu, terapi tertentu, atau cukup digosok dengan minyak gosok pada bagian perut yang sakit (jika rasa mulasnya tergolong ringan). Bahkan biasanya mulas dapat menghilang dengan sendirinya (kecuali jika dikarenakan suatu penyakit). Atau dapat menghilang dengan melakukan hal yang dirangsang oleh tubuh misalnya saja :
  • Mulas karena rangsangan untuk buang air besar akan hilang setelah buang air besar.
  • Mulas karena rangsangan untuk buang air kecil akan hilang setelah buang air kecil.
  • Mulas karena rangsangan untuk bersendawa akan hilang setelah bersendawa.
  • Mulas karena rangsangan untuk buangan angin akan hilang setelah buang angin.
Ini juga berlaku untuk kondisi-kondisi lainnya seperti kehamilan, menstruasi, dan sebagainya.

Obat seperti antasida bekerja sangat efektif mengatasi masalah ini. Namun untuk meredakan rasa mulas secara perlahan, duduk diam dengan tenang setelah makan serta menghindari membungkuk, atau tiduran juga dapat membantu. Menurunkan berat badan hingga lingkar pinggang mengecil dapat membantu karena mengurangi tekanan pada perut, dan membuat rasa mulas semakin reda.

Cara memeriksa berdasarkan Lokasi
1. Sakit perut pada bagian tengah agak ke atas
  • Nyeri lambung (gastritis,ulkus lambung, kanker lambung)
  • Nyeri pankreas (kanker pankreas, dapat menyebar ke sisi kiri pinggang, punggung dan bahkan bahu)
  • duodemun ulkus (divertikulitis)
  • Radang usus buntu (dimulai disini, setelah beberapa waktu nyeri bergerak menurun menuju perut bagian kanan bawah).
2.Nyeri perut bagian atas kanan.
  • Hati(hepatomegali yang disebabkan oleh karena hati berlemak, hepatitis, atau disebabkan oleh kanker hati).
  • Kandung empedu dan saluran empedu (batu empedu, radang kandung empedu, cacing gelang)
  • Nyeri usus besar (dibawah daerah hati) (obstruksi usus, gangguan fungsional, akumulasi gas, kejang, radang,kanker usus besar).
3. Nyeri perut pada bagian kiri atas.
  • Nyeri limpa (splenomegali)
  • Nyeri pankreas (pankreatitis atau kanker pankreas, dapat menyebar ke sisi kiri pinggang, punggung, dan bahkan bahu).
  • Nyeri usus besar (dibawah daerah limpa) (obstruksi usus, gangguan fungsional, akumulasi gas, kejang, radang, kanker usus besar).
  • Gastritis (radang lambung atau maag)
  • Serangan jantung
  • Tinja impaksi (tinja mengeras yang tidak dapat dikeluarkan)
4. Sakit perut di bagian tengah (nyeri di daerah sekitar pusar).
  • Radang usus buntu (biasanya pertama dimulai terasa disini)
  • Nyeri usus halus (peradangan, kejang usus, gangguan fungsional).
  • Cedera
  • Radang pankreas
  • Uremia (penumpukan produk limbah dalam darah)
5. Nyeri perut kanan agak ke bawah.
  • Sekum (intususepsi, obstruksi usus).
  • Nyeri usus buntu (disini merupakan lokasi usus buntu)
  • Radang kandung empedu
  • Kehamilan ektopik
6. Nyeri perut kiri agak kebawah.
  • Kolon sigmoid (polip, sigmoid volvulus, obstruksi atau akumulasi gas)
  • Hernia inguinal
  • Cedera
  • Infeksi ginjal & batu ginjal
7. Nyeri pada panggul
  • Kandung kemih (sistitis, mungkin gejala sekunder untuk divertikulum batu kandung kemih dan kanker kandung kemih)
  • Rasa sakit pada wanita (bagian rahim, ovarium, tuba fallopi)
8. Sakit pinggang dan sakit punggung bagian kanan
  • Nyeri liver (hepatomegali)
  • Nyeri ginjal bagian kanan (lokasinya dibawah area nyeri liver)
9. Sakit pinggang dan sakit punggung bagian kiri.
  • Nyeri limpa yang sedikit sakit akibat splenomegali
  • Nyeri ginjal bagian kiri.
10. Rendah kembali sakit.
  • Nyeri ginjal (batu ginjal, kanker ginjal, hidronefrosis)
  • Nyeri saluran kemih (kencing batu).
11. Beberapa sakit perut tidak terfokus disatu daerah perut.
  • Radang usus buntu
  • Penyakit Crohn
  • Diabetic ketoacidosis (tingginya kadar keton dalam darah)
  • Cedera
  • Intususepsi (pada anak)
  • Keracunan timbal
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di lipatan membran yang menyokong organ-organ perut.
  • Radang pankreas
  • Radang panggul
  • Tegang otot perut
  • Penumpukan ureum dalam darah
  • Infeksi saluran kemih
Pendekatan Diagnosis
Investigasi yang akan membantu diagnosis termasuk :
  • Tes darah termasuk menghitung darah secara lengkap, elektrolit, urea, kreatinin, tes fungsi hati, tes kehamilan, amilase dan lipase.
  • Urinalisis (pemeriksaan urin)
  • Penggambaran, termasuk X-ray dada dan perut.
  • Sebuah elektrokardiograf untuk mengetahui serangan jantung yang kadang-kadang dapat hadir sebagai nyeri perut.
Jika diagnosis masih belum jelas setelah penyelidikan dan pemeriksaan dasar seperti diatas, makan investigasi lebih lanjut dapat mencakup :
  • CT scan dari perut/ panggul
  • USG perut atau panggul
  • Endoskopi dan kolonoskopi (tidak digunakan untuk mendiagnosis nyeri akut).
Cara bedakan sakit perut biasa dengan Radang Usus Buntu
Sering kali radang usus buntu tidak nampak, karena letaknya yang berada pada bagian rongga perut. Rasa sakit akibat usus buntu pada umumnya penderita akan merasakan perasaan seperti ditusuk-tusuk dan jika bagian perut kanan bawah ditekan atau diregangkan perasaan sakit akan bertambah hebat. Gejala lainnya bisa juga diikuti dengan demam, mual-mual bahkan muntah. Selain itu juga disertai dengan diare dan juga ada yang susah buang air besar.
Perasaan sakit pada bagian perut kanan bawah merupakan ciri yang khas dari penyakit radang usus buntu.

Macam-macam penyebab Sakit Perut

  1. Mikro organisme. Sakit perut atau kembung setelah makan bisa terjadi akibat reaksi kimia antara cairan tubuh dan berbagai mikro organisme yang hadir dalam makanan. Tubuh berusaha membuang bakteri berbahaya untuk menghindari infeksi. Itu sebab, mengapa kadang-kadang seseorangf mengalami muntah setelah makan. Pada beberapa kasus, muntah juga disertai dengan mual yang mungkin terjadi akibat makan terlalu banyak.
  2. Batu Empedu. Seseorang yang menderita batu empedu akan mengalami rasa sakit di perut sekaligus nyeri punggung. Akibat batu empedu, aliran empedu pada saluran empedu akan terhambat sehingga menyebabkan sakit luar biasa. Rasa sakit bisa berlangsung beberapa menit hingga selama berjam-jam.
  3. Pankreatitis. Nyeri yang dirasakan pada seluruh perut atau di daerah perut bagian atas sekitar 8 - 12 jam setelah makan bisa disebabkan karena pankreatitis. Dalam beberapa kasus, ketika rasa sakit berlangsung akut, penyebab lain seperti ulkus lambung, penyakit radang panggul, diabetes, atau bahkan keracunan makanan mungkin menjadi penyebab.
  4. Zat Cair. Sebagian orang sering mengkonsumsi cairan seperti air, minuman ringan, dan jus buah dalam jumlah besar setelah makan. Sejumlah besar cairan hanya akan melarutkan asam lambung sehingga membuat makanan tidak bisa dicerna secara sempurna. Selain itu, ketiadaan asam lambung membuat bakteri dan jamur berbahaya tetap hidup sehingga memicu sakit perut.
  5. Acid Reflux. Acid reflux ditandai dengan naiknya kembali cairan lambung ke kerongkongan. Selainsakit perut, kondisi ini memicu gejala lain seperti sulit menelan, muntah, mual, dll.
  6. Obstruksi Usus. Pada sebagian orang, obstruksi usus menyebabkan kram perut setelah makan. Kondisi ini disertai pula dengan muntah, tinja berair, dll.
  7. Invasi Parasit. Perut merupakan salah satu tempat tinggal favorit parasit yang memicu berbagai gangguan pencernaan termasuk sakit perut. Salah satu penyebab infeksi perut paling umum adalah cacing perut.
  8. Candida. Candidiasis, juga dikenal sebagai infeksi jamur, adalah penyebab lain nyeri perut. Perut memiliki beberapa bakteri baik yang membantu proses pencernaan yang bisa mati akibat candidiasis. Hilangnya bakteri baik menimbulkan masalah pencernaan yang memicu sakit perut. 
  9. Penyumbatan Pembuluh Darah. Setelah makan, saluran usus memerlukan suplai darah lebih banyak. Saat terjadi penyumbatan, kebutuhan pasokan darah menjadi tidak terpenuhi. Masalah ini juga dikenal sebagai 'chronic mesenteric insufficiency' dan menyebabkan rasa sakit perut.
  10.  Kanker. Kanker lambung, kanker perut, kanker kerongkongan, dll, adalah semua kondisi yang menyebabkan nyeri di daerah perut.
Berikut adalah langkah-langkah untuk mencegah sakit perut setelah makan

  • Hindari mengkonsumsi produk makanan yang tidak sehat seperti makanan kemasan, makanan cepat saji, dan makanan yang sangat berminyak.
  • Biasakan makan tepat waktu. Jangan melewatkan sarapan atau terlambat makan siang serta makan malam.
  • Hindari tidur segera setelah makan. Lakukan kegiatan santai setelah makan untuk membantu kelancaran proses pencernaan.
  • Hindari makan berlebihan. Sebaliknya makan dalam jumlah kecil namun sering. Artinya daripada tiga kali makan besar sehari. Anda bisa mengkonsumsi lima porsi kecil sepanjang hari.
  • Konsumsi cairan dalam jumlah sedang setelah makan.