PESTISIDA/ PEMBASMI HAMA

PESTISIDA
adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak atau membasmi organisme pengganggu.
pest=hama yang diberi akhiran cide= pembasmi
Sasarannya bermacam-macam, seperti ; serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan/microbia. Pestisida tidak selalu beracun, dalam bahasa sehari-hari sering disebut racun.
Tergantung dari sasarannya, pestisida dapat berupa ; insektisida (serangga), fungisida (fungi/jamur), rodensida (hewan pengerat), herbisida (gulma), akarisida (tungau), bakterisida (bakteri), larvasida (larva).
Penggunaan pestisida tanpa mengikuti aturan yang diberikan membahayakan kesehatan manusia, serta juga dapat merusak ekosistem. Karena pestisida tersebut racun yang dapat saja membunuh organisme berguna bahkan nyawa pengguna juga bisa terancam, bila penggunaannya tidak sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Menurut Depkes kejadian keracunan tidak bisa ditanggulangi lagi sebab para petani sebagian besar menggunakan pestisida kimia yang sangat buruk bagi kesehatan dari pada pestisida botani (buatan/nabati).
Ada juga bahan kimia yang termasuk pestisida namun namanya tidak menggunakan akhiran sida; Atraktan, hemosterilan, defoliant,disinfektan, repellent, penta clilorophenol,sulfektan, inhibitor, dll.
Gejala Dini Keracunan
Kulit atau mata terasa gatal atau terbakar, pusing, sakit kepala, banyak menimbulkan keringat, mual, mencret, badan gemetar, pingsan.
Apabila satu atau lebih gejala tersebut timbul, segera berhenti bekerja, lakukan tindakan pertolongan pertama dan pergi ke puskesmas/ dokter terdekat.
Petunjuk Pertolongan Pertama pada Keracunan
Tanggalkan pakaian yang terkena insektisida ini. Apabila kulit terkena, segera cuci dengan sabun dan air yang banyak. Apabila mata terkena, cucilah segera dengan air bersih selama 15 menit. Apabila tertelan dan penderita masih sadar, segera usahakan permuntahan dengan memberikan segelas air hangat yang diberi 1 sendok garam dapur atau dengan cara mengelitik tenggorokan penderita dengan jari tangan yang bersih sampai cairan muntahan menjadi jernih. Perawatan dilakukan secara simptomatik sesuai dengan gejala yang timbul.
Hati-hati dengan Buah Impor.
Agar buah tahan di suhu dingin, tidak kering dan tidak keriput, maka kulit buah dilapisi lilin juga ditambahkan fungisida agar buah tidak berjamur. Fungisida adalah jenis vinclozolin yang bersifat anti androgenik yang sama sifatnya dengan DDT yang dilarang.
Berbagai penelitian menunjukkan konsumsi pangan mengandung residu pestisida, walau dalam kandungan yang rendah, ternyata mampu menyebabkan demaskulinisasi yang mengganggu perkembangan organ reproduksi. Oleh karena itu tidak mengherankan jika sekarang banyak ditemukan kasus kelamin ganda/ transgender.
Paparan pestisida dari buah juga bisa mengancam anak-anak. Suatu penelitian di Meksiko yang membandingkan anak yang biasa mengkonsumsi pangan organik (tanpa pestisida) dan non organik (disemprot pestisida). Hasilnya, anak yang selalu terpapar pestisida tidak mampu menggambar, sekalipun gambar garis yang sederhana. Sebalikknya anak yang biasa mengkonsumsi pangan organik disebutkan mampu menggambar dengan bagus.
Beberapa resiko penyakit yang dimungkinkan berkembang pada anak yang dilahirkan dari ibu yang terpapar pestisida seperti Leukimia dan termasuk autisme.
Tanaman yang diberi pestisida dapat menyerap pestisida yang kemudian terdistribusi ke dalam akar, batang, daun dan buah. Pestisida yang sukar terurai akan berkumpul pada hewan pemakan tumbuhan tersebut,termasuk manusia. Bila seorang ibu menyusui memakan makanan dari tumbuhan yang telah tercemar pestisida, maka bayi yang disusui menanggung resiko yang lebih besar untuk teracuni oleh pestisida tersebut dari pada sang ibu.
Tip Membersihkan Sayur dan Buah
1. Cuci dengan air mengalir
Dapat mengurangi 20 – 70 % residu pestisida yang menempel, tergantung jenis pestisidanya. Sayangnya pestisida sistemik yaitu pestisida yang masuk melalui tanah, air/ udara lalu menyebar keseluruh jaringan tanaman dan mengendap di daun/ bagian lain tanaman, tidak dapat hilang hanya dengan pencucian. Bisa digunakan sikat gigi/ sikat yang lembut.
2. Kupas kulit buah.
Ini cara efektif menurunkan residu pestisida, jika kulit tersebut mampu menghambat pemindahan tempat/ translokasi zat racun ke jaringan lainnya.
3. Buang lapisan luar sayur.
Jangan segan membuang lapisan terluar dari sayuran yang berlapis-lapis, seperti selada, kol dan sawi. Bagian terluar ini paling banyak terpapar pestisida.
4. Untuk menghilangkan lilin juga bisa di cuci dengan air hangat dicampur garam dan air lemon atau cuka apel.
5. Jangan gunakan detergen/ sabun yang dapat meninggalkan sisa bahan kimia lain di buah dan sayur.
6. Sebaiknya belilah buah dan sayur organik, bila anda tetap takut dengan pestisida.
7. Jika memiliki kebun, anda juga bisa menanam sendiri buah dan sayur, sehingga dapat dipastikan tidak mengandung pestisida.
8. Rendam dengan air panas atau direbus.
Cara ini efektif menurunkan residu 38 – 97 %, karena terjadi pelepasan dan penguraian pestisida ke dalam air dan uap air, termasuk residu pestisida sistemik.
9. Sekarang ada dijual orang ozone sterilisasi untuk mengeluarkan pestisida dari sayur & buah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar